Langsung ke konten utama

Ceritaku Dalam Tulisan


By Mimi Bontang

Mahasiswi Publishing Academy--Semester 3


Setelah selesai beberes meja makan dan menyapu lantai. Ku menengok jam di dinding. Sudah waktunya masuk kelas ini, batinku. 


Aku pun segera menyiapkan diri, dan HP sebagai alat belajar, serta lampu agak sedikit di terangkan. Iya, malam ini ada kulwa online di Publishing Akademi (PA)Tak berapa lama Mpu Apu masuk ruang kelas, beliau merupakan dosen pembimbing kepenulisan. 


Beliau pun mengucapkan salam kepada semua para Mahasiswi, menanyakan kabar kami, membuka forum kelas dengan iringan doa.  


Tibalah saatnya menyampaikan materi kulwa. Kali ini dengan judul Storytelling. Beliau lalu mengajukan pertanyaan. Siapa pencerita yang hebat? Pernah menonton di TV atau video atau membaca berita tentang berapa hebatnya dia bertutur? Dari Indonesia atau dari luar negeri juga boleh. 


Kami berusaha menjawab, dan beragam jawabanya. Aku menjawab Kak Seto dan Boneka Susan, itu empunya Kak Ria Enes. (Ketahuan ya masa kecil suka dengerin mereka) Ada juga yang  menjawab Upin-Ipin.


Lalu Mpu Apu bertanya lagi pernah nonton Steve Jobs presentasi produk apple atau Andy F Noya (Kick Andy) Setelahnya beliau mensupport, sebenarnya kita pun juga bisa "HEBAT" kan gayanya mereka cuma ngobrol/berkisah (storytelling). Dilemparkan kembali pertanyaan kepada kami. Kalau ibu-ibu ngobrol bisa berapa lama? Dari kejauhan aku tersenyum sedikit geli juga. Soalnya ada benernya emak2 kalau ngobrol bisa berapa kilo perjalanan, saking panjangnya. Apalagi kalau bertemu sahabat lawas. Hahaa. (Apalagi klo dah bahas dakwah, seru badai)


Menulis storytelling, adalah gaya menulis seperti orang yang sedang berkisah. Kemudian di contohkan dgn 2 macam jenis naskah. Yakni versi gaya obrolan dan tulisan.

Setelah materi selesai. Kami pun diminta untuk membuat 2 jenis storytelling singkat dg tema bebas. Dengan gercep aku membuatnya. Pertama versi obolan dengan judul "Tabayun" yg mengisahkan seseorang curhat padaku. Ia  tersinggung dgn postingan anaknya. Sementara namanya tdk ada di situ. Dan memintanya agar tabayun. 


Tulisan ke 2 berisi tentang "Lempeng Pisang" kebetulan hari ini, aku bikin lempeng pisang sebagai temanku membaca Al-Wa'ie sore ini. Beliau pun menyemangati bila tulisanku di posting di blog. Selain dapat viewer, jika memenuhi syarat bisa dpt AdSense dari mbah Google. 


Tak terasa sudah di penghujung waktu. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa storytelling adalah aktivitas atau kejadian nyata yang di alami lalu dituliskan dengan versi obrolan atau tulisan. Siapa pun bisa menuliskannya apalagi era digital sekarang. Semua pandai chat-an, bikin status, dst.


Karena "Menulis Semudah Berkisah"


Sebelum kelas di tutup, beliau berjanji akan mempublish tugas naskah di website blog sebagai kenang2an. Dan  seperti biasa memotivasi kami semua. Alhamdulillah materi kulwa sudah tersampaikan. Beliau pun menutup dengan doa dan salam. 


Jazakallahu khayron Dosen, Insyaallah ilmunya berkah dunia akhirat.


Nah, penasaran dengan "Lempeng Pisang" buatanku. Yuk melipir ke bawah ini⬇️⬇️⬇️

httLempeng Pisang


Pengin bisa jadi Penulis?

Kontak WA 089658135002


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lempeng Pisang

  Oleh Mimi  Mahasiswi Publishing Academy asal Bontang Hari ini seperti biasa aku hendak bersiap membaca majalah al wa'ie edisi bulan ini  Tapi aku butuh teman duduk alias camilan. Biar tambah asyik dan lama baca bukunya. Kulirik meja makan ada sesisir pisang raja. Langsung muncul ide di otakku membuat lempeng pisang makanan khas kampung kami.  Tanpa pikir panjang aku langsung eksekusi. Karena caranya gampang. Pisang cukup di potong dadu atau di tumbuk halus kasi garam dan tepung terigu lalu aduk rata. Setelah itu taruh dan ratakan di atas wajan anti lengket. Tanggar di atas kompor. Masak hingga kecoklatan. Taraa. Jadi deh lempeng pisang jadul.  Rasanya enak, bahannya mudah di dapat. Dan  murah meriah. NB Belajar materi Storytelling--Menulis Semudah Berkisah  Semester#3

Kisah Wafer Nabati-Menulis Semudah Berkisah

By Eyang Yus St. (Bekasi) Mahasiswi Publishing Academy "Ummi, titip 5 bungkus yaa," kataku pada cucu yang mau ke warung dekat rumah. Kalau tidak sekolah, anak-anak suka kewarung dekat rumah jajan makan kecil yang murah meriah... Ada aja makanan-makanan yang tidak kukenal dibeli mereka, sering juga kucoba untuk tau apakah sehat buat mereka... Yang jualanpun pinter untuk memikat minat anak, sering berganti kue-kue yang ditawarkan. Harganya juga murah sesuai kantong anak... Misalnya seperti sering kutitip, buat malam klo laper...hehe... "Nabati" dengan aneka rasa, ada coklat, vanilla, richeese, peach, raspberry, dll Hanya 2 ribu saja... 👇😋 Eyang Yus adalah penulis berusia 70. Semangat belajarnya sangat luar biasa.

Yang Tak Pernah Pergi-Menulis Semudah Berkisah

 *By Fakihah (Bogor)* Peserta Kelas Menulis Semudah Berkisah (Bright Writing Center) "Teh, udah daftar S2 aja, daripada ga ada aktifitas," begitu kata adik laki-laki ku saat sedang makan mie ramen bersama. Seketika mie yang ku seruput terasa hambar. Fikiran ini dibuat bingung. Setiap orang yang kutemui, menuntut aku melakukan sesuatu sesuai kepentingan mereka. "Ngabdi disini saja." "Daftar kerja kantoran aja." Bla, bla.. Bahkan sampai keluar perkataan "Kamu kok gatau hidup kamu mau diapain" Tidak, sama sekali tidak begitu. Aku punya arah hidup yang telah ku canangkan. Aku mau menulis dan merintis usaha sendiri. Aku bukannya tidak ada aktifitas, aku sedang mempersiapkan keduanya.Tak  seorang yang menaruh percaya, apalagi menghargai.  Merasa sendiri dalam perjuangan. Fikiran jahat menghantuiku, "apakah aku salah memilih ? Harus kah aku mengikuti saja apa kata orang? Apakah sebaiknya aku melakukan apa yang orang lain lakukan?" Selepas isya...