Langsung ke konten utama

Teman Rasa Saudara-Menulis Semudah Berkisah

By Bu Herliani (Makassar)

Peserta Kelas Menulis Semudah Berkisah (Bright Writing Center)


A : Mbak barakallah fii umrik 

F : Masha allah masih inget aja ni ultah gue pdhl kita sma udah 30thn lalu

Alhamdulillah mbak masih dikasih ingetan sama Allah hampir semua orang dekat gue inget banget ultahnya walau mrk temen yg udah lama kagak ketemuan maafkan kalau cuma kirim doa aja...next time gue ke jkt bisa ketemuan ya mbak😁

F : aamiin iya ni...kangen banged loe lama bange kagak ke jkt in shaa allah soon ya pandemi sdh menjauh dan kita bs kumpul" lagi.


Versi tulisan :

Kehadirannya selalu ada walau jarak memisahkan kita...itulah teman baikku fariza walau kami berbeda jarak karena diriku di Sulawesi dan beliau di Jakarta akan tetapi saat-saat spesial seperti milad beliau pasti ingatanku akan hadir untuk selalu mendoakan kesehatan beliau. 


Dari berkirim surat saat teknologi belum mengenal perangkat handphone 30thn hingga saat ini walau tidak rutin tapi selalu ada waktu dimana kami selalu menanyakan kami masing-masing. 


Dan yang terpenting setiap kehadiran di Jakarta beliau selalu siap kapan saja  untuk mengantarkanku. Begitupun saat beliau mengunjungi Makassar. 


Visi dan misi kami tentang kehidupan hampir tidak ada bedanya...cara kami berdua memahami bagaimana menghabiskan sisa umur yang Allah kasih dengan terus berbagi kebaikan membuatku selalu terus saling memotivasi dan berbagi pengalaman hidup. 


Sehat terus mbak....Teman rasa saudara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lempeng Pisang

  Oleh Mimi  Mahasiswi Publishing Academy asal Bontang Hari ini seperti biasa aku hendak bersiap membaca majalah al wa'ie edisi bulan ini  Tapi aku butuh teman duduk alias camilan. Biar tambah asyik dan lama baca bukunya. Kulirik meja makan ada sesisir pisang raja. Langsung muncul ide di otakku membuat lempeng pisang makanan khas kampung kami.  Tanpa pikir panjang aku langsung eksekusi. Karena caranya gampang. Pisang cukup di potong dadu atau di tumbuk halus kasi garam dan tepung terigu lalu aduk rata. Setelah itu taruh dan ratakan di atas wajan anti lengket. Tanggar di atas kompor. Masak hingga kecoklatan. Taraa. Jadi deh lempeng pisang jadul.  Rasanya enak, bahannya mudah di dapat. Dan  murah meriah. NB Belajar materi Storytelling--Menulis Semudah Berkisah  Semester#3

Kisah Wafer Nabati-Menulis Semudah Berkisah

By Eyang Yus St. (Bekasi) Mahasiswi Publishing Academy "Ummi, titip 5 bungkus yaa," kataku pada cucu yang mau ke warung dekat rumah. Kalau tidak sekolah, anak-anak suka kewarung dekat rumah jajan makan kecil yang murah meriah... Ada aja makanan-makanan yang tidak kukenal dibeli mereka, sering juga kucoba untuk tau apakah sehat buat mereka... Yang jualanpun pinter untuk memikat minat anak, sering berganti kue-kue yang ditawarkan. Harganya juga murah sesuai kantong anak... Misalnya seperti sering kutitip, buat malam klo laper...hehe... "Nabati" dengan aneka rasa, ada coklat, vanilla, richeese, peach, raspberry, dll Hanya 2 ribu saja... 👇😋 Eyang Yus adalah penulis berusia 70. Semangat belajarnya sangat luar biasa.

Yang Tak Pernah Pergi-Menulis Semudah Berkisah

 *By Fakihah (Bogor)* Peserta Kelas Menulis Semudah Berkisah (Bright Writing Center) "Teh, udah daftar S2 aja, daripada ga ada aktifitas," begitu kata adik laki-laki ku saat sedang makan mie ramen bersama. Seketika mie yang ku seruput terasa hambar. Fikiran ini dibuat bingung. Setiap orang yang kutemui, menuntut aku melakukan sesuatu sesuai kepentingan mereka. "Ngabdi disini saja." "Daftar kerja kantoran aja." Bla, bla.. Bahkan sampai keluar perkataan "Kamu kok gatau hidup kamu mau diapain" Tidak, sama sekali tidak begitu. Aku punya arah hidup yang telah ku canangkan. Aku mau menulis dan merintis usaha sendiri. Aku bukannya tidak ada aktifitas, aku sedang mempersiapkan keduanya.Tak  seorang yang menaruh percaya, apalagi menghargai.  Merasa sendiri dalam perjuangan. Fikiran jahat menghantuiku, "apakah aku salah memilih ? Harus kah aku mengikuti saja apa kata orang? Apakah sebaiknya aku melakukan apa yang orang lain lakukan?" Selepas isya...